Studium Generale TSU Bekali Mahasiswa Baru dengan Literasi dan Etika Penggunaan AI

Universitas Tiga Serangkai (TSU) menggelar Studium Generale bagi mahasiswa baru dari berbagai program studi di Amphitheater Tiga Serangkai Smart Office (TSSO). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh perkembangan Artificial Intelligence (AI) sekaligus memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dalam proses belajar dan mempersiapkan karier di masa depan.

Studium Generale menghadirkan dua pemateri, yakni Lily Auliya Puspita, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi PGSD TSU, dan Afrizal Meka Mulyana, dosen Program Studi S1 Sistem Informasi TSU. Keduanya membahas AI dari perspektif yang saling melengkapi, mulai dari pemahaman dasar dan urgensi literasi AI hingga cara memanfaatkan AI sebagai pendamping dalam proses belajar.

Lily Auliya Puspita mengajak mahasiswa memahami Artificial Intelligence sebagai teknologi yang mampu meniru cara berpikir manusia dengan belajar dari data, mengenali pola, hingga menghasilkan sesuatu yang baru. Menurutnya, pemahaman terhadap AI menjadi semakin penting seiring cepatnya adopsi teknologi, perubahan dunia kerja, tuntutan kompetensi abad ke-21, serta mulai terbentuknya kebijakan nasional terkait AI.

Selain memahami manfaatnya, mahasiswa juga diajak mengenali berbagai risiko dalam penggunaan AI, seperti persoalan privasi dan bias. Literasi AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami keterbatasannya, mengevaluasi informasi, serta menggunakannya secara etis dan tidak berlebihan. Dalam konteks akademik, integritas tetap menjadi bagian penting dari proses belajar, termasuk dengan mengakui sumber dan bantuan teknologi yang digunakan serta bertanggung jawab atas karya yang dihasilkan.

Sementara itu, Afrizal Meka Mulyana memperkenalkan konsep AI sebagai co-pilot dalam proses belajar dan persiapan karier. AI dapat membantu mahasiswa merangkum literatur, mencari referensi awal, menjelaskan konsep sulit, membuat latihan, hingga memberikan umpan balik. Namun, mahasiswa tetap perlu memegang kendali atas proses berpikir dan pengambilan keputusan.

Dalam pemanfaatannya, mahasiswa juga dibekali tips praktis dalam menyusun prompt, mulai dari menjelaskan konteks dan tujuan, menentukan tingkat kedalaman jawaban, memberikan batasan format, hingga meminta perbaikan pada bagian tertentu ketika hasil belum sesuai. Kemampuan prompt literacy, evaluasi kritis terhadap output AI, literasi digital dan data, serta kemampuan belajar mandiri menjadi keterampilan yang semakin penting di era AI.

Melalui Studium Generale ini, mahasiswa baru TSU diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan AI, tetapi juga memahami cara menggunakannya sebagai partner belajar tanpa menjadikannya sebagai jalan pintas. AI dapat membantu proses belajar, tetapi integritas, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab atas karya tetap menjadi bagian yang tidak dapat digantikan.

PENGUMUMAN PENUTUPAN LOWONGAN DOSEN

Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pelamar yang telah menunjukkan minat dan antusiasme dalam mengikuti proses rekrutmen dosen di Tiga Serangkai University.

 

Dengan ini kami informasikan bahwa lowongan untuk posisi Dosen di produ terkait resmi ditutup per tanggal Rabu, 18 Juni 2025. Seluruh lamaran yang telah masuk akan segera diproses sesuai dengan tahapan seleksi yang telah ditentukan.

Bagi pelamar yang lolos ke tahap berikutnya, informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui email atau kontak resmi yang telah dicantumkan pada berkas lamaran.

 

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan Anda kepada Tiga Serangkai University.

 

Best Regards,
Tiga Serangkai University