Dari Akar yang Kuat Menuju Masa Depan:Rektor TSU Ajak Mahasiswa Baru Tumbuh, Memimpin, dan Berdampak

SURAKARTA, 9 September 2026 — Tiga Serangkai University resmi membuka rangkaian PKKMB bertajuk Salam Kampus 2026 bagi mahasiswa baru pada Rabu, 9 September 2026. Mengusung tema “ROOTED TO RISE: Grow Your Path, Power the Future”, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik sekaligus membangun karakter sebagai bagian dari keluarga besar TSU.
Dalam amanatnya pada Upacara Pembukaan Salam Kampus 2026, Rektor Tiga Serangkai University mengajak mahasiswa baru untuk memaknai masa perkuliahan bukan sekadar sebagai perjalanan meraih nilai akademik, tetapi sebagai proses menemukan, mengembangkan, dan membuktikan potensi diri.
“Untuk tumbuh tinggi, kita membutuhkan akar yang kuat,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Rektor. Seperti pohon yang mampu berdiri kokoh karena memiliki akar yang kuat dan dalam, manusia juga membutuhkan fondasi nilai yang kuat untuk dapat tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Akar tersebut, lanjutnya, adalah iman, akhlak, integritas, ilmu pengetahuan, budaya, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi makna penting dari tema yang diusung dalam Salam Kampus tahun ini.
Tidak Hanya Cerdas, tetapi Juga Berakhlak dan Berintegritas
Pesan tersebut selaras dengan visi Tiga Serangkai University untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang Islami, bereputasi internasional, bersinergi dengan industri, serta menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah, berjiwa pemimpin, dan entrepreneur.
Rektor menegaskan bahwa kecerdasan, prestasi, dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter dan tanggung jawab. “Kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Prestasi tanpa integritas dapat kehilangan makna. Teknologi tanpa tanggung jawab dapat menjadi ancaman,” pesannya.
Karena itu, mahasiswa baru diajak untuk membangun karakter sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi. Kejujuran harus menjadi prinsip, sementara plagiarisme dan berbagai bentuk kecurangan akademik harus dihindari. Teknologi pun harus digunakan sebagai sarana untuk berkembang dan berkarya, bukan untuk melakukan kecurangan.
Kampus sebagai Ruang untuk Bertumbuh
Lebih jauh, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga perlu aktif berdiskusi, mengikuti organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, berkompetisi, melakukan penelitian, mengembangkan kemampuan komunikasi dan bahasa asing, membangun jejaring, serta mengenal dunia industri.
Mahasiswa juga didorong untuk berani mencoba menjadi entrepreneur dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia masa depan, mulai dari knowledge, skill, creativity, collaboration, leadership, hingga adaptability. “Jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Jangan takut keluar dari zona nyaman. Dan jangan takut gagal,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang terus bertumbuh dan mampu belajar dari setiap proses yang dilalui.
Dari Pengguna Teknologi Menjadi Pencipta Masa Depan
Memasuki era perubahan teknologi yang semakin cepat, mahasiswa TSU juga diingatkan untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan, transformasi dunia kerja, munculnya berbagai profesi baru, serta kompleksitas persoalan sosial menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi sekaligus menciptakan solusi.
“Saya tidak ingin kalian hanya menjadi pengguna teknologi. Saya ingin kalian menjadi pencipta,” tegas Rektor. Pesan tersebut diperkuat dengan ajakan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang; tidak hanya melihat masalah, tetapi menciptakan solusi; dan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi creator. Inilah semangat “Power the Future” dalam tema Salam Kampus 2026.
Lima Kata Kunci Perjalanan Mahasiswa TSU
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor juga menitipkan lima kata kunci yang diharapkan menjadi pegangan selama menjalani perjalanan di Tiga Serangkai University:Believe. Learn. Grow. Lead. Impact, yaitu percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi, terus belajar karena dunia terus berubah, terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri, berani mengambil tanggung jawab dan memimpin perubahan, dan memastikan keberadaan diri memberikan dampak positif bagi orang lain.
Lima kata tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan untuk berkembang, memimpin, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Menjadi Lulusan yang Berilmu dan Memberikan Manfaat
Rektor berharap, ketika kelak mahasiswa meninggalkan kampus dan memasuki dunia profesional, entrepreneurship, akademik, maupun bidang kehidupan lainnya, mereka tidak hanya dikenal sebagai alumni Tiga Serangkai University. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan dapat mengenali mereka sebagai lulusan yang berilmu, berakhlak, kompeten, mampu memimpin, dan memberikan manfaat.
“Berakarlah kuat dalam iman dan akhlak. Tumbuhlah melalui ilmu dan pengalaman. Bangkitlah dengan keberanian. Pimpinlah dengan integritas. Dan jadilah kekuatan bagi masa depan.” Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan makna bahwa semakin tinggi seseorang ingin tumbuh, semakin dalam akar yang harus ditanam.
Melalui Salam Kampus 2026, perjalanan mahasiswa baru TSU pun resmi dimulai—dengan fondasi iman dan akhlak, tumbuh melalui ilmu dan pengalaman, adaptif terhadap teknologi, berwawasan internasional, dekat dengan industri, berjiwa pemimpin, serta berani menjadi entrepreneur dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
ROOTED TO RISE. Grow Your Path, Power the Future!

