Dosen TSU Berbagi Perspektif Kolaborasi Industri dalam Forum Pendidikan Internasional

Surakarta – Dosen Tiga Serangkai University (TSU), Lailati Rohmah, S.Pd., M.Pd., menjadi salah satu narasumber dalam International Educational Knowledge Sharing Programme in Conjunction with the Inbound Mobility Programme to Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Rabu, 12 Agustus 2026 ini mempertemukan mahasiswa dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan latar belakang jurusan dan program studi yang beragam.
Dalam kegiatan tersebut, Lailati membawakan topik “Industrial Collaboration in TSU: When Academic Meets Industry”. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan dunia industri yang dalam praktiknya tidak selalu berjalan beriringan. Dunia pendidikan dan industri memiliki ritme serta tujuan yang berbeda, sementara dunia kerja saat ini juga semakin terbuka dan melibatkan perusahaan maupun tim lintas negara.
Melalui forum knowledge sharing lintas negara, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal perspektif yang lebih luas sekaligus berlatih berkolaborasi dalam lingkungan multikultural. Lailati menilai pengalaman tersebut penting agar mahasiswa tidak baru belajar beradaptasi ketika memasuki dunia kerja, tetapi sudah memiliki bekal untuk menghadapi lingkungan profesional yang semakin global sejak masih berada di bangku kuliah.
Pemilihan topik kolaborasi industri juga didasarkan pada fenomena yang kerap ditemui dalam dunia pendidikan, yaitu adanya kesenjangan antara hal-hal yang dipelajari di ruang kelas dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. Karena itu, melalui materi yang disampaikan, Lailati tidak hanya membahas persoalan tersebut, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun jembatan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri sejak masa perkuliahan.
Menurut Lailati, perubahan kebutuhan dunia kerja yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan keterampilan abad ke-21 dan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menuntut mahasiswa untuk lebih proaktif dalam mempersiapkan diri. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki outcome-based mindset, yaitu membiasakan diri melihat setiap proses pembelajaran dari keterampilan nyata yang dapat dibawa dan diterapkan setelah keluar dari ruang kelas.
Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, Lailati berharap mahasiswa TSU dapat membawa pulang cara pandang baru mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja. Selain membangun kompetensi, mahasiswa diharapkan menyadari bahwa persaingan sekaligus kolaborasi di dunia profesional kini telah berlangsung lintas negara, sehingga mereka perlu mempersiapkan diri dengan standar yang lebih global dan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan lokal.
