Dosen TSU Dampingi Komunitas Batik Ciprat Difabel melalui Program Inovasi Seni Nusantara

Surakarta – Dosen Tiga Serangkai University (TSU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Inovasi Seni Nusantara dengan memberikan pendampingan kepada komunitas Batik Ciprat Difabel di Desa Jombang, Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung sejak April 2026 ini berfokus pada pengembangan inovasi seni batik ciprat, khususnya dalam desain motif dan teknik pewarnaan, agar produk yang dihasilkan komunitas semakin beragam dan memiliki nilai tambah.
Komunitas Batik Ciprat Difabel sendiri telah menjalankan aktivitas produksi batik ciprat dan bahkan memiliki pasar tersendiri. Namun, selama ini motif yang dihasilkan cenderung masih terbatas pada teknik ciprat tanpa banyak variasi desain dan pewarnaan. Melalui pendampingan tim pengabdian TSU, anggota komunitas dikenalkan dengan berbagai inovasi, mulai dari batik ciprat bermotif daun, wayang, hingga motif kontemporer. Pada aspek pewarnaan, peserta juga belajar membuat gradasi serta kombinasi warna sehingga hasil batik tidak lagi monoton. Pendampingan turut mencakup pemanfaatan AI secara sederhana untuk membantu membuat desain promosi di media sosial.
Selain pengembangan keterampilan membatik, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian komunitas. Tim pengabdian memberikan pendampingan terkait pemasaran melalui media sosial serta pembukuan sederhana yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan berikutnya. Hasil karya dari proses pendampingan juga telah diperkenalkan melalui kegiatan fashion show di Tiga Serangkai Smart Office (TSSO) dan Pasar Gede, sementara pameran karya menjadi salah satu agenda lanjutan. Melalui program ini, TSU berharap inovasi yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh komunitas sehingga keterampilan membatik tidak hanya menjadi aktivitas seni, tetapi juga dapat mendukung kemandirian dan keberdayaan para anggotanya.

