Mahasiswa TSU Terapkan Project Based Learning untuk Dukung Keberlanjutan Bisnis Petani Kopi Tawangmangu

Tiga Serangkai University (TSU) menerapkan metode Project Based Learning (PjBL) melalui mata kuliah Pengantar Manajemen dan Matematika Bisnis dengan mengangkat permasalahan bisnis yang dihadapi kelompok tani kopi di Tawangmangu. Melalui proyek ini, mahasiswa didorong untuk menghubungkan teori yang dipelajari di perkuliahan dengan kebutuhan nyata di masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha kopi yang berkelanjutan.
Proyek ini diinisiasi oleh Muhammad Faaiz Pandu Dewanata, S.E., M.M. dan Dr. Sutanto, DEA selaku dosen pengampu kedua mata kuliah tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi landasan kegiatan, dengan fokus pada upaya mendukung peningkatan pendapatan petani, menarik lebih banyak wisatawan, serta menjaga keberlanjutan bisnis kelompok tani kopi di Tawangmangu.
Berdasarkan permasalahan yang diidentifikasi, terdapat beberapa aspek bisnis yang menjadi perhatian dalam proyek ini. Salah satunya adalah keterbatasan strategi pemasaran edukasi wisata dan biji kopi melalui media sosial. Pemanfaatan media digital menjadi salah satu aspek yang perlu dikaji untuk mendukung pengenalan produk sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai potensi wisata edukasi kopi. Selain itu, strategi distribusi dan pengelolaan stok biji kopi juga menjadi perhatian agar pengelolaan pasokan dapat direncanakan dengan lebih baik.
Aspek lainnya adalah pengembangan usaha hilir biji kopi melalui konsep Cafedangan. Pengembangan usaha hilir menjadi bagian yang dikaji dalam upaya memperluas aktivitas bisnis kelompok tani, tidak hanya pada produksi biji kopi, tetapi juga pada potensi pengembangan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah. Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menganalisis kebutuhan usaha dan menyusun alternatif strategi yang relevan dengan kondisi kelompok tani.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa menerapkan prinsip manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling), yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Prinsip ini digunakan sebagai kerangka untuk mengkaji pengelolaan bisnis secara sistematis, mulai dari perencanaan strategi hingga aspek pengawasan dan evaluasi. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa mempelajari bagaimana konsep manajemen dapat digunakan untuk menganalisis persoalan usaha secara terstruktur.
Selain itu, mata kuliah Matematika Bisnis diterapkan melalui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan analisis Break-Even Point (BEP). Perhitungan HPP membantu mengkaji biaya yang diperlukan dalam menghasilkan produk, sedangkan analisis BEP digunakan untuk mengetahui titik impas usaha, yaitu kondisi ketika pendapatan mampu menutup biaya yang dikeluarkan. Kedua pendekatan ini menjadi bagian dari analisis untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih terukur.
Tahap selanjutnya, mahasiswa akan menyusun proposal dan laporan proyek yang dibahas secara intensif bersama dosen pengampu. Proses ini menjadi bagian penting dalam merumuskan hasil analisis serta menyusun rekomendasi strategi bisnis berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasi. Proyek tersebut juga menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah sebagai bentuk dokumentasi hasil pembelajaran dan analisis yang dilakukan.
Melalui penerapan Project Based Learning, TSU mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analitis dan menerapkan pengetahuan akademik dalam konteks permasalahan di masyarakat. Rekomendasi strategis yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi kelompok tani kopi di Tawangmangu dalam mengembangkan usaha, memperkuat pengelolaan bisnis, dan menjaga keberlanjutan kegiatan usahanya.
