Mahasiswa TSU Bawa Pulang Pengalaman Belajar dan Jejaring Internasional dari Malaysia

Surakarta — Empat mahasiswa Tiga Serangkai University (TSU) membawa pulang pengalaman baru setelah mengikuti International Student Mobility 2026 di Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia. Program yang berlangsung secara online pada 10–14 Agustus dan dilanjutkan secara on-site pada 15–24 Agustus 2026 ini menjadi ruang bagi mahasiswa TSU untuk merasakan langsung suasana akademik, berinteraksi dengan mahasiswa Malaysia, sekaligus mengenal budaya negara tetangga.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Achmad Rasyad dan Darren Haq dari S1 Informatika, Azka Aulia Syahidati dari S1 PGSD, serta Ayu Anugrah dari S1 Psikologi. Selama kegiatan on-site, mereka mengikuti sejumlah aktivitas akademik bersama mahasiswa UIS sesuai bidang dan minat masing-masing. Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan dosen serta mahasiswa Malaysia.
Pengalaman di kelas memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa. Achmad dan Darren, misalnya, mengikuti pembelajaran yang berkaitan dengan academic writing, bioinformatika, pemrograman, jaringan, kewirausahaan, hingga multimedia. Sementara itu, Azka mengikuti sejumlah kelas pendidikan dan mendapatkan pengalaman mengenai pembelajaran, asesmen, penyusunan soal, hingga pemanfaatan multimedia dan permainan dalam kegiatan belajar. Karena UIS tidak memiliki program studi PGSD secara spesifik, ia mengikuti beberapa mata kuliah yang relevan dengan bidang pendidikan.
Bagi Ayu, pengalaman akademik di UIS juga memperlihatkan pendekatan pembelajaran yang berbeda. Sebagai mahasiswa Psikologi, ia menemukan bahwa perspektif Islam cukup kuat terintegrasi dalam pembelajaran dan pembahasan teori psikologi. Selain materi akademik, aktivitas di kelas juga banyak menggunakan permainan dan refleksi sehingga memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari yang selama ini ia temui di Indonesia.
Perbedaan bahasa menjadi salah satu pengalaman yang cukup terasa selama mengikuti program. Dalam interaksi sehari-hari, mahasiswa berhadapan dengan penggunaan bahasa Inggris, Melayu, dan Arab, terutama karena UIS merupakan perguruan tinggi berbasis Islam. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menyesuaikan diri sekaligus melatih kemampuan komunikasi lintas budaya.
Tidak hanya belajar di kelas, mahasiswa TSU juga terlibat dalam berbagai aktivitas pertukaran budaya. Bersama delegasi mahasiswa dari Indonesia, mereka memperkenalkan budaya Indonesia melalui batik, makanan, serta presentasi interaktif yang dikemas dengan permainan dan hadiah. Di sisi lain, mahasiswa Malaysia turut memperkenalkan budaya mereka melalui penampilan seni dan berbagai aktivitas bersama. Sistem buddies juga membuat interaksi semakin dekat. Para mahasiswa TSU didampingi mahasiswa UIS yang membantu selama program dan menjadi teman bertukar pengalaman.
Pengalaman tersebut sekaligus memperluas jejaring mahasiswa TSU dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia maupun Malaysia. Kegiatan kunjungan dan city tour ke sejumlah lokasi di Kuala Lumpur dan Melaka juga melengkapi pengalaman mereka selama berada di Malaysia. Bagi keempat mahasiswa, International Student Mobility 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk merasakan belajar di lingkungan internasional, tetapi juga ruang untuk mendapatkan teman baru, memperluas perspektif, dan membangun koneksi yang dapat terus berlanjut setelah program selesai.
Melalui International Student Mobility 2026, TSU terus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar melampaui ruang kelas dan mengenal lingkungan akademik serta budaya yang lebih luas. Pengalaman empat mahasiswa tersebut menjadi bagian dari proses TSU dalam mendorong mahasiswa untuk berani berinteraksi, beradaptasi, dan membangun jejaring global sebagai bekal untuk melangkah bersama industri dan dunia yang semakin terhubung.
