Tiga Serangkai University Bagikan Perspektif Pembelajaran Bahasa Inggris Berorientasi Karier dalam Webinar Internasional

Surakarta, 16 Oktober 2026, Tiga Serangkai University ( TSU) turut berpartisipasi dalam kegiatan Internasional Webinar Programme Knowledge Sharing Session yang diselenggarakan oleh Faculty of Education, University Islam Selangor (UIS) Malaysia pada Jumat 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Outbond Mobility Programme 2026 yang berisi tentang English language, culture, dan academic immersion. Webinar yang berlangsung secara daring melalui Microsoft Themes menghadirkan pembbicara dari indonesia, Malaysia, dan brunei Darussalam. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para akademisi untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai tantangan Pendidikan di era transformasi digital. Saly Kurnia Oktaviani yang akrab disapa Miss Saly Adalah salah satu dossen Bahasa inggris mewakili Tiga Serangkai University, Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai pembelajaran Bahasa inggris yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam pemaparannya yang berjudul “ Bridging Classroom and Career : English Language Education in An Industry-Based Campus” Miss Saly membahas pentingnya pentingnya keterampilan komunikasi Bahasa inggris dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Berdasarkan materi yang disampaikan, kemampuan Bahasa inggris tidak cukup hanya diukur melalui penuasaan tata Bahasa atau nilai tes seperti TOEFL. Mahasiswa juga perlu mampu menggunakan Bahasa inggris secara aktif, memahami konteks percakapan, dan merespon lawan bicara dengan tepat.
Disamping itu miss saly juga membahas mengenai pembelajaran Bahasa inggris untuk kebutuhan professional. Miss saly menjelaskan bahwa pembelajaran Bahasa inggris di Tiga Serangkai University (TSU) diberikan kepada mahasiswa dari berbagai program studi dengan kebutuhan akademik dan professional yang beragam. Oleh karena itu, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori Bahasa, tetapi juga pada keterammpilan komunikasi yang dapat digunakan dalam situasi nyata. Salah satu contoh penerapannya terdapat dalam mata kuliah english for business. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari berbagai keterampilan komunikasi professional, seperti memperkenalkan diri, melakukan negosiasi, meminta dan memberikan klarifikasi, menyampaikan presentasi, serta melakukann komunikasi pemasaran. Keterampilan tersebut dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk berkomunikasi dalam lingkungan bisnis maupun industry. Sebagai contoh mahasiswa dapat berlatih melalui kegiatan “Role Play” dengan scenario yang menyerupai situasi kerja. Dengan cara demikian, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempraktikkan Bahasa inggris sesuai dengan konteks komunikasi yang dibutuhkan.
Selain itu, keterlibatan tamu internasional dalam pembelajaran juga dapat memberikan pengalaman berkomunikasi secara langsung dengan orang - orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Seperti contoh Tiga Serangkai University pernah menghadirkan tamu Internasional dari Perancis dan Thailand untuk mendampingi mahasiswa belajar mempraktikkan Bahasa inggris secara aktif. Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan berbicara dan membangun kepercayaan diri dalam meggunakan Bahasa inggris.
Miss Saly juga menyoroti bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu hingga menguasai tata Bahasa inggris secara sempurna untuk mulai berbicara. Dengan keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan memahami lawan bicara, dan kemauan untuk terus berlatih merupakan bagian penting dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi. Hal inilah yang diterapkannya kepada mahasiswa TSU untuk membantu mereka meningkatkan kepercayaan diri dalam meningkatkan kemampuan bahhasa aktif mereka.
Selain keterampilan dalam berkomunikasi yang telah disampaikan oleh miss saly, webinar ini juga menghadirkan pembicaraan mengenai Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang dipaparkan oleh Hj. Nurul Attyiah Bahtriyyah dari Kolej University Perguruan Ugama Seri Begawan ( KUPU SB )Brunei Darussalam. Beliau membahas transformasi digital bagi pendidik islam di era digital. Sementara itu, DR. Mahanum dari University Islam Selangor (UIS), Malaysia, menyampaikan materi mengenai penggunaan kecerdasan buatan ( AI) secara bijak dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan komunikasi.
Seluruh pembicara pada webinar tersebut menjelaskan bahwa Dalam konteks pembelajaran Bahasa inggris, teknologi digital seperti chatgpt, gemini, dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa berlatih serta mengembangkan kemampuan berbahasa. Namun, penggunaan teknologi tetap perlu disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan refleksi serta evaluasi mandiri agar mahasiswa tidak hanya bergantung pada hasil yang diberikan oleh AI. oleh karena itu,pengajar saat ini harus mampu mendesain kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi seperti ai dan juga mendesai asesmen yang sesuai dengan perkembangan digital di era AI. mereka sepakat bahwa dengandesain pembelajaran yang tepat dan asesmen yang sesuai maka penggunaanAI sebagai alat untuk membanntu pembelajaran tidak akan menggantikan peran pengajar di masa depan.
Berbagai materi yang disampaikan dalam webinar ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan keterampilan berkomunikasi, berpikir kritis, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan leingkunganf professional. Partisipasi tiga serangkai university dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman pembelajaran Bahasa inggris sekaligus mengikuti pertukaran pengetahuan Bersama perguruan tinggi dari negara lain. Melalui Kegiatan akademik internasional seperti ini, pengalaman dan perspektif dari berbagai institusi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk terus mengembangkan Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.
