Tiga Serangkai University dan Sofdoh Gelar Kuliah Umum: Perkuat Fondasi Bisnis dan Strategi Pemasaran bagi Pelaku UMKM dan Mahasiswa

Tiga Serangkai Smart Office (TSSO) menjadi pusat kegiatan akademis dan profesional saat terselenggaranya kuliah umum hasil kolaborasi antara Tiga Serangkai University (TSU) dan Sofdoh pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, yang meliputi para pengusaha, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mahasiswa yang antusias memperdalam wawasan di bidang kewirausahaan dan strategi bisnis modern.
Acara ini menghadirkan Direktur Sofdoh sekaligus CEO Sofdoh Bakery, Bapak Parikesit, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa kunci ketahanan dalam membangun dan menjalankan bisnis bukan terletak pada penguasaan perangkat atau tools pemasaran digital semata, yang trennya terus berubah, melainkan pada pemahaman terhadap prinsip fundamental bisnis yang kokoh.
Lebih lanjut, materi tersebut merinci lima pertanyaan mendasar yang senantiasa relevan bagi setiap pelaku usaha, yakni identifikasi konsumen, pemahaman kebutuhan pasar, alasan konsumen memilih suatu produk, metode penjangkauan, serta strategi pemeliharaan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan memegang prinsip fundamental tersebut, para wirausahawan diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan platform teknologi tanpa harus mengulang proses pembelajaran dari awal.
Kuliah umum ini juga membahas secara mendalam perbedaan antara fungsi marketing dan branding, serta pembagian strategi melalui pendekatan inbound dan outbound marketing. Bapak Parikesit mengilustrasikan proses pemasaran menggunakan analogi memancing, di mana pemahaman terhadap karakteristik pasar (kolam, segmen, dan kebutuhan konsumen) memegang peranan krusial sebelum menentukan penawaran produk yang relevan.
Selain itu, materi membedah transisi penting dari fase Buy Attention menuju Build Attraction. Pada tahap awal perintisan usaha, perusahaan umumnya memerlukan dorongan anggaran iklan dan promosi berbayar. Namun, dalam jangka panjang, pencapaian bisnis yang berkelanjutan menuntut pembangunan daya tarik merek (market magnetism) melalui aspek kepercayaan, pengalaman, dan komunitas agar konsumen dapat datang secara sukarela.
Sesi interaktif dan diskusi tanya jawab mewarnai jalannya acara, di mana para mahasiswa dan pelaku UMKM mengeksplorasi cara menerjemahkan riset pasar menjadi keputusan strategis yang aplikatif. Melalui kegiatan kolaboratif ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan perspektif dan strategi pemasaran yang efisien guna membangun bisnis yang tangguh, adaptif, serta berdaya saing tinggi di tengah dinamika industri saat ini.

