TSU Berikan Pembekalan bagi Guru BK tentang Pendampingan Siswa dengan ADHD

Boyolali – Tiga Serangkai University (TSU) berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) yang diselenggarakan di SMA Pradita Dirgantara, Ngemplak, Boyolali, Selasa (6/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, TSU memberikan materi Deep Learning BK yang berfokus pada identifikasi awal dan pendampingan siswa dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).
Materi disampaikan oleh Gitta Annisa Vania Suganda, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dengan mengangkat pentingnya memahami perilaku siswa sebelum memberikan penilaian atau label tertentu. Perilaku seperti sulit berkonsentrasi, tidak menyelesaikan tugas, gelisah, hingga kesulitan mengendalikan impuls tidak selalu menunjukkan ADHD. Karena itu, guru perlu mengamati pola perilaku siswa secara menyeluruh dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhinya.
Dalam pemaparannya, Gitta menjelaskan bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mengenali indikasi awal, melakukan asesmen non-tes melalui observasi dan wawancara, serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan siswa. Guru BK juga perlu memahami batas perannya, yakni tidak melakukan diagnosis, melainkan merujuk siswa kepada tenaga profesional apabila diperlukan.
Selain identifikasi dan rujukan, materi tersebut membahas berbagai bentuk dukungan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Beberapa di antaranya adalah memberikan instruksi secara bertahap, meminimalkan distraksi di kelas, menyediakan jeda bergerak yang terjadwal, serta menerapkan penguatan positif. Kolaborasi antara guru BK, wali kelas, orang tua, dan tenaga profesional juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan siswa.
Melalui kegiatan ini, TSU turut mendorong peningkatan pemahaman guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa. Pendekatan yang berfokus pada pemahaman perilaku, pendampingan yang tepat, dan pengembangan potensi siswa diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif.
