Mengintegrasikan Pembelajaran Teori dan Praktik di Dunia Industri
Universitas Tiga Serangkai (TSU) tidak hanya menggabungkan dua institusi pendidikan tinggi, tetapi juga menerapkan konsep Teaching Factory (TeFa). TeFa adalah model pembelajaran berbasis praktik yang dirancang agar sesuai dengan standar dan prosedur industri yang berlaku. Dengan konsep ini, proses pembelajaran di kampus terintegrasi langsung dengan PT Tiga Serangkai atau industri lain yang relevan.
Model ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan nyata di dunia kerja. Kurikulum TSU dirancang agar menghasilkan lulusan yang kompeten, siap bekerja, dan mampu bersaing di pasar global. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik industri.
Komitmen TSU untuk Mencetak Lulusan Unggul dan Berkarakter
Rektor Universitas Tiga Serangkai, Eny Rahma Zaenah, menegaskan bahwa keunikan TSU terletak pada integrasi kampus dan industri. Hal ini tercermin dalam kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat, dan budaya akademik yang diimplementasikan secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen untuk tidak menciptakan pengangguran intelektual di negara ini. Kami berupaya mencetak generasi bangsa yang unggul, tangguh, berkarakter, dan mampu berkarya untuk diri sendiri serta masyarakat,” ujar Eny Rahma Zaenah.
Pembelajaran Berbasis Open Problem dari Dunia Industri
Wakil Rektor III TSU, Sutanto, menyampaikan bahwa TSU mengadopsi pendekatan open problem dalam proses pembelajaran. Dengan banyaknya tantangan nyata dari industri, mahasiswa tidak hanya mengerjakan proyek akademik, tetapi juga menghasilkan karya yang diterima oleh pasar melalui kolaborasi antara dosen TSU dan dosen dari PT Tiga Serangkai.
“Mahasiswa TSU tidak hanya mengenal industri saat magang atau PKL, tetapi juga mengerjakan project berbasis industri selama masa studi,” ujar Sutanto. Model pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian masalah industri yang nyata, sehingga lulusan TSU siap bekerja dan berdaya saing tinggi.
Apresiasi dan Harapan dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah
Dalam acara Pelantikan Rektor dan Pejabat Struktural Universitas Tiga Serangkai, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Dr. Bhimo Widyo Andoko, turut hadir secara daring dari Jakarta. Bhimo mengapresiasi langkah TSU dalam mengintegrasikan kampus dengan industri dan menekankan pentingnya menjaga mutu akademik.
“Universitas Tiga Serangkai harus terus meningkatkan mutu akademik, efisiensi, tata kelola, serta menambah program studi yang relevan dengan kebutuhan industri. TSU diharapkan menjadi institusi unggul yang mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat luas,” tutur Bhimo.

