
Tim dosen dari Universitas Tiga Serangkai (TSU) meluncurkan program pengabdian masyarakat inovatif yang diberi nama “Cerdas Digital, Sehat Mental: Membangun Generasi Muda yang Bijak dan Produktif di Era Digital” di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2025 skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan kontrak LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Mitra kolaborasi dalam kegitan ini adalah Karang Taruna Diponegoro Desa Gatak, Kecamatan Delanggu yang merupakan wadah penting bagi pengembangan diri pemuda di Desa Gatak. Kegiatan ini menyasar langsung para pengurus serta anggota Karang Taruna Diponegoro.
Ketua tim pelaksana dari TSU, Elistya Rimawati, S.Si, M.Si., mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pemuda di era digital, termasuk rendahnya literasi digital dan kurangnya pemahaman tentang isu kesehatan mental. Selain itu, tim juga menyoroti potensi pemanfaatan teknologi untuk peningkatan ekonomi yang belum optimal di kalangan pemuda desa Gatak. Selama ini, teknologi lebih banyak digunakan untuk hiburan, padahal seharusnya bisa menjadi alat produktif untuk pengembangan diri dan wirausaha.
Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menawarkan tiga jenis pelatihan utama, yakni Workshop Digital Hygiene untuk meningkatkan pemahaman pemuda tentang pentingnya menjaga keamanan dan privasi data pribadi di dunia maya, serta etika bermedia sosial; Workshop Ketahanan Mental di Era Digital untuk membangun resiliensi mental, termasuk kemampuan mengelola emosi dan mendeteksi dini gangguan psikologis akibat paparan teknologi, dan Workshop Affiliate Digital Marketing untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.
Pelatihan ini bertujuan memberdayakan pemuda agar mampu memanfaatkan media sosial secara produktif untuk memulai dan mengembangkan bisnis pemasaran afiliasi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti Pasar Ngeseng, yang beroperasi pagi hingga malam, pelatihan ini dapat membuka peluang baru bagi pemuda untuk berwirausaha berbasis teknologi.
Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan aktif pengurus Karang Taruna dalam setiap tahapannya, mulai dari inisiasi hingga evaluasi. Setelah pelatihan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan intensif, khususnya untuk bidang affiliate marketing dan konsultasi kesehatan mental.
Program Pengabdian Memicu Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa dan Karang Taruna
Program ini memiliki keterkaitan erat dengan program kerja Karang Taruna Diponegoro, yang meliputi bidang pendidikan dan pelatihan, kerohanian dan pembinaan mental, serta wirausaha kesejahteraan sosial. Pelatihan literasi digital, kesehatan mental, dan kewirausahaan berbasis teknologi ini secara langsung mendukung bidang-bidang tersebut, sekaligus menjawab kebutuhan Karang Taruna yang berkomitmen untuk menghidupkan kembali program pelatihan produktif yang relevan dengan kebutuhan teknologi terkini.
Pemerintah Desa Gatak mendukung penuh kegitan ini. Kepala Desa Gatak, H. Walino, yang menyatakan bahwa program ini adalah implementasi dari kerja sama antara Pemerintah Desa dan Universitas Tiga Serangkai. “Di era digital, program ini sangat tepat,” katanya. Ia menambahkan bahwa remaja, yang sedang dalam masa pencarian jati diri, rentan terhadap paparan informasi negatif dan tindakan tidak bertanggung jawab di dunia maya. “Remaja yang sehat secara mental sekaligus produktif secara ekonomi merupakan pondasi ketahanan ekonomi desa,” tegas H. Walino.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Diponegoro, Bagas Eko Wibowo, S.Pd. Ia mengatakan bahwa Karang Taruna sangat terbantu dengan adanya program ini. “Para pengurus dan anggota Karang Taruna yang sebagian besar dari Generasi-Z mendapatkan penyegaran tentang literasi digital, terutama berkaitan dengan digital ekonomi,” ucapnya. Bagas juga menyoroti bahwa affiliate marketing bisa menjadi solusi alternatif di tengah sulitnya mencari pekerjaan. “Kegiatan ini akan kami lanjutkan dengan membentuk kelompok pemuda sadar teknologi digital sebagai program pengurus Karang Taruna Diponegoro,” pungkasnya. Dukungan penuh dari Kemdiktisaintek, Universitas Tiga Serangkai, Pemerintah Desa Gatak, Kecamatan Delanggu dan Karang Taruna Diponegoro, menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan adanya program ini, diharapkan pemuda di Desa Gatak tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun ekonomi berbasis teknologi yang lebih inklusif.
